VideoWhy buy expensive toys ?May 22, '08 5:57 AM
for everyone
anak anak, emang selalu mencipta dunia paling indah.. enjoy!


Why_buy_expensive_toys.wmv (4.0 MB)

Photo Albumolla! (8 photos)May 18, '08 2:17 AM
for everyone

bunda masih shaking.. (halah! alesan!) .. makanya blurry.. hehehe..
setelah berjuang dengan beragam komplikasi selama 10 hari.. akhirnya..
terima kasih atas seluruh doa dan dukungan semuanya ya..
proses masih berjalan dan berharap semuanya aman lancar.. aamiin!

Blog EntryThe Iron ManMay 6, '08 11:32 PM
for everyone

Minggu lalu, setelah bargain sama ayah Zahra, akhirnya Zahra boleh nonton pelem ini..hehehe.. dengan catatan, bunda harus siap-siap tutup mata Zahra.  Ada adegan hottie dottie soalnya.

Mungkin karena udah mules terus dan badan berat banget diangkat, kali ini gak bgitu konsentrasi nontonnya.  Yang jelas, pelemnya, standar pelem hero .. teknologinya canggih.. humoris dan yang paling kentara, ya narsis!  Jadi untuk ente-ente yang narsis.. pasti seneng banget sama gaya si Tony Stark yang dimainkan oleh Robert Downey Jr.  Kayaknya emang harus aktor satu ini deh, yang maen.. kalo gak, rasanya aneh... hehehe...

Yang bikin sirik, Tony: udah kaya, ganteng, baik hati, pinter banget dan punya duit lagi.. mimpi banget tokohnya.  Si manusia bajanya juga genit deh.. warna merah emas gitu.. keren banget kalo ada suvenirnya.. hahaha!

Jeff Bridges juga bermain keren.. dan ya, siapa yang gak tau gaya Gwyneth Paltrow.. polos-polos gimanaaa gitu.. karakter yang slalu dia bawa kemana pun dia maen pelem.. hmmm...

Anyway, pelem ini cukup menghibur, box office dimana-mana.. meski gak ada apa-apa yang bisa dibawa.. ceritanya klise gitu..

Untuk yang blom nonton, boleh niy jadi pilihan.. ya.. ketimbang pelem2 aneh laen yang di pajang..

ref. bisa didapat di sini, sini dan sini

illust, dari sini


Blog Entry71 kgs ~ 17 / 05 ~ May 6, '08 1:44 AM
for everyone

yup! up until now.. it reaches 71s!!!  boiled it up to next 17th .. the feeling I have inside is so absurd and weird...

how will she look like ? is 4D not enough ? will I strong enough ? will things run smooth ? will the clothes well prepared ? will she be ok ? can I support her best ?

another 7 -  the month I have to decide, back to work community or stay at home..

7 supposed to be my favorite number.. supposed to be the lucky one for great decision in life.. ah, help me God!

illust. from here


Blog Entryjadikan websitemu populer!Apr 29, '08 7:18 AM
for everyone

Biasanya tulisan begini, aku masukkan ke sini, tapi kali ini.. bolehlah di-share di sini..

Suka penasaran kenapa ada website seseorang lebih populer ketimbang yang lain ? Trus, kenapa ya, orang kerap bolak balik ke website tersebut ?

Ini rahasianya: Yang penting ISInya ! beneran.. isinya alias content merupakan syarat utama website yang kerap dikunjungi orang.

1. Isinya musti menarik dan diperbaharui terus menerus. Website jenis ini harus fokus agar mampu memiliki pangsa pasar dan menjadikan mereka pengunjung rutin.
Bagaimana supaya isi tetap menarik dan diperbaharui terus ? Buatlah website dengan fitur blog atau news update. Isinya ya, berita-berita aktuil dan fokus. Jangan tamak dengan memasukkan semua berita, kecuali website kamu emang temanya gado-gado. Tapi percayalah, tema gado-gado seringkali tidak sukses di pasaran. Alasannya sederhana: pangsa pasarnya jadi gak jelas, kecuali kamu buat segmen-segmen sendiri dan dipecah menjadi beberapa topik. Kalau maksa mau gado-gado, ya bikin blog. Nah, blog sendiri punya tema yang fokus juga kan.. apa itu diari perjalanan hidup kamu, portofolio, tips menarik buat pembaca dan sebagainya. Jadi, jelilah memutuskan ISI website. Kalau gak yakin isinya fokus, tersegmentasi dan diperbaharui terus.. pikir ulang tujuan kamu membuat website.

2. Isinya berisi sumber-sumber referensi yang diminati orang. Buatlah pembaca terbius dengan informasi akurat yang kamu punya. Ini butuh energi dan jam terbang tinggi. Seiring waktu, kamu bisa mempelajari siapa pembaca websitemu dan apa yang mereka butuhkan dari media yang kamu tawarkan. Contohnya, website yang menyajikan tutorial maupun artikel khusus mengenai suatu subyek.

3. Memiliki komunitas interaktif. Sering kali kita sebut social network features, fitur jejaring sosial. Website seperti ini biasanya memiliki fitur forum, wiki maupun fitur lain yang tujuannya membangun jaringan sosial. Website model ini memberi kesempatan pada pembaca / pemakainya untuk ikut terlibat mengisi website. Tanpa keterlibatan pemakai, website ini tidak akan bicara banyak ! Contoh website seperti ini adalah facebook, digg, dst. Tips agar pemakai / pembaca tetap loyal dan aktif memperbaharui isi website cuma satu: minta mereka melanggan website. Sediakan fitur subscribe / keanggotaan maupun agregator / feed / RSS sebagai alat lacak berita bagi pelanggan.

Tidak menafikan desain dan peluang inovasi lain, cobalah tanyakan dirimu sendiri:
mengapa website itu perlu ditandai ? disimpan sebagai favorite dan di bookmark ?
mengapa perlu kembali ke website itu lagi ? apa yang menarik ?
mengapa perlu merekomendasikan web itu ke teman-teman ?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, berjuanglah untuk membangun website populermu sendiri! Gutlak!


Photo Albumdisney on ice! (3 photos)Apr 29, '08 5:38 AM
for everyone

mustinya seru.. 2 jam dengan tarif 600 ribu/400 ribu perorang.. olala!

Blog Entrysubsidi oh.. subsidi...Apr 28, '08 7:04 AM
for everyone

Begitu denger ada apartemen murah, subsidi dan di lokasi strategis.. rasanya seneng banget.  Pas baca peraturannya, langsung tau diri.. ini memang untuk rakyat.  Tambah seneng!  Itu artinya rumah susun yang jelek bakal ilang.. bedeng-bedeng bakal punah.. Tapi, mimpiiiiiiiii kali!  Kok mimpi ???

Apartemen-apartemen itu memang sudah dibangun, sudah dijual dan beberapa sudah siap untuk dihuni.  Tapi, sebagaimana dugaan awal, pastinya target user gak kecapai.  Maunya buat orang miskin, eh.. yang naek mercy pun, punya aset disini.. lha, kok bisa ?

Crita ini sama seperti jualan bensin saja.  Terkagum-kagum ngeliat bmw seri baru pake premium, yang note bene subsidi juga.. lha piye ?

Trus, untuk rakyat miskinnya mana ?

hehehe.. ini mungkin masalah mental aja.  prinsip ekonomi: kalo ada yang murah, kenapa musti beli yang mahal?     Gak peduli, barang itu harga murah untuk siapa.. 

Yang tau diri, cuma manggut-manggut, gak bisa protes.. Yang gak tau diri, cuek ajah.. gak peduli.. duit-duit gue ini.. barang-barang gue ini.. siapa suruh jadi orang miskin! 

Yang mustinya diketawain, ya.. pemerintahnya.. ya komitmen penjualnya.. lha, kalau sanksi sosial aja gak jalan.. trus, mau dibawa kemana negri ini ?  ke hutan ? hehehee.. hutannya juga dah gak ada.. diberangus dan dialihfungsi demi kongsi bagi-bagi rejeki..

Mumpung kali ya.. mumpung punya kesempatan, ya diambil aja.. kesempatan kan, gak dateng dua kali.. Mo so idealis.. nti dulu kali yaw.. mumpung teori evaluasi: "yang perkasa doang yang berhak hidup ajah" masih berjaya..

hidup orang kaya!  terima kasih subsidi! 


Blog EntryThe Forbidden KingdomApr 23, '08 10:18 PM
for everyone

Belakangan, Zahra agak males-malesan latihan Tae Kwon Do.. Ini lantaran jadwalnya dikurangi, karena bentrok dengan les yang lain.  Trus, keliatannya sejak ganti manajemen, jurusnya kok gak nambah-nambah.  Kurang variatif.  Anak-anak juga kurang serius.  Nah, dalam rangka meningkatkan semangatnya kembali, dan memberi opsi lain, aku ajak dia nonton film ini.  Siapa tau, semangat bertarungnya, eh.. olahraganya bangkit lagi.  Ada kemungkinan wushu menjadi jadwal tambahan untuk kelas tiga, selaen berkuda dan renang.. (weh, kok jadi kebanyakan olah raga ya.. mo jadi atlet apa ? hehehe).

The Forbidden Kingdom adalah pelem martial arts versi Hollywood yang dibintangi jagoan kung fu Jackie Chan dan Jet Li.  Kebayang kan, dua tuyul kungfu ini maen bareng! Kocak banget judulnya.  Gerakan Kung Fu nya juga mantep pisan.  Zahra sampe gak kedip-kedip. 

Sejatinya ini memang pelem anak-anak or remaja.  Alur ceritanya sederhana dan gampang banget ditebak.  Tapi tetap saja sangat menarik dan menghibur.  Ada banyak pelajaran yang disempil tanpa menggurui penonton muda. 

Di Amerika sendiri, rekor pelem ini bener-bener bikin pangling.  Box office dimana-mana.  Cina bener-bener unjuk gigi di sgala bidang skarang.  Ya digjaya di bidang ekonomi, budaya dan skarang mampu nunjukin ke dunia hollywood yang amat sangat pro barat beralih ke timur.  Salut lah! 

Cewek-cewek cina yang ikutan pelem ini juga cantik-cantik banget, dan jagoan!  Liat saja aksi Liu Yi Fey dan Li Bingbing.. kejam yang lembut dan memikat.. mmm... 

Yang menarik buat aku adalah hutan bambu dan sakura-nya.. kok ngingetin Jepang ya.. dan kok ya, bambu itu bisa berdiri sendiri-sendiri ya, gak grombolan kayak disini.. hehehe.. ngawur pisan atensinya  :D

Satu hal lagi.  Kita nonton di cineplex 21 di cibubur.  murah banget euy! sepuluh rebo sajah!  budget makanan kayaknya lebih mahal deh.. hahahaha!  (slama ini ngeluh terus, harga cabe merah sekilo dah 30 ribu!!)

anyway, untuk liat ref, silahkan ke sini: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Forbidden_Kingdom

 


Blog EntrySave the planet - pake pu'un paling top!Apr 22, '08 11:10 PM
for everyone

hayu..hayu.. tanem bambu.. udara bersih, burung-burung juga mampir  :D

Cracking the code to 'the perfect plant' opens a path to saving the planet

By Paula Bock

If Jackie Heinricher's Chilean feather bamboo hadn't flowered in her
Skagit County garden 10 years ago, we might, this very moment, be
snacking on the latest, greatest gourmet craze: crunchy chips made
from bamboo shoots.

But flower it did, a once-in-a-century phenomenon. All over the world,
from Argentina to Alameda to Anacortes, every clump of Chusquea culeou
unfurled fairy-like fans of pointy mauve petals and dancing chartreuse
pods. Inside the pods nestled tiny seeds that Heinricher carefully
stripped off by hand and germinated with the help of a local
tissue-culture lab. It was a horticultural feat that eventually left
Heinricher with 10,000 baby bamboos.

Even more significant? The ideas sprouting in Heinricher's head —
ideas that blossomed into a bamboo empire beyond gardens. Four years
ago, Heinricher and tissue-culture expert Randy Burr discovered how to
clone bamboo in a test tube after years of arduous experimentation.
Now, Heinricher's multimillion-dollar high-tech company, Boo-Shoot
Gardens in Mount Vernon, produces more than 2 million plants a year
and has launched a "Plant-a-Boo" crusade to curb global warming.

Heard of the United Nations program to plant a billion trees for the
planet? Bamboo sequesters carbon dioxide at far higher rates than an
equivalent stand of trees and releases up to three times the amount of
oxygen.

Saving the planet wasn't on Heinricher's radar when she cleared
pasture in Anacortes and planted her first stand. She'd worked as a
marine scientist, Army nurse, professional scuba diver, ski bum,
whale-watch tour guide — but nothing quite like this. Her business
plan hadn't yet gelled, but she knew bamboo had fabulous qualities and
she loved it.

"The idea that bamboo could have a meaning or a purpose above and
beyond horticulture? You can't even entertain those thoughts without
the ability to pump out millions of plants. It took eight full years
to bring the technology to fruition."

While Heinricher and Burr were tinkering in the lab, consumers
developed a craving for bamboo floors, bamboo towels, bamboo trays for
bamboo plates. And the world started worrying about climate change.

Not only do the hairy plants capture carbon, they "collect dust and
dirt out of the air and make the rain fall more gently on the ground,"
says Gib Cooper, a nurseryman in Gold Beach, Ore., and executive
director of Bamboo of the Americas, a conservation-action
organization. "I hate to say it: The world's population and economy
are going to outpace whatever we try to do. But bamboo will help."

"I feel like the company's at the epicenter of a big place and time,"
says 48-year-old Heinricher. "This is a collision of breakthrough
technology, a demand for bamboo products and global warming. I didn't
have the brilliant foresight to see it, but it's pretty common in
business that where you wind up is not where you thought you'd be."

TO HEINRICHER, bamboo is the perfect plant.

Thomas Edison used carbonized bamboo filament in his first light bulb;
Alexander Graham Bell created his first phonograph needle from a
bamboo sliver. With tensile strength up to 52,000 pounds per square
inch, bamboo is stronger than most steel, yet its fibers can be spun
into a silky cloth blessed by natural antimicrobials.

Since antiquity, bamboo has been cooked as food and crafted into
chopsticks, houses, boats, furniture, scaffolding, farm tools, medical
instruments and art. It's been gulped as an aphrodisiac and swallowed
as a treatment for asthma, kidney failure, venereal disease and cancer.

Unlike cotton, bamboo doesn't require pesticides to flourish. It needs
modest amounts of water to thrive — some species rise a foot a day
during growing season — and its root system can help stabilize
hillsides and prevent erosion. When you harvest some of a stand's
canes, the underground rhizomes survive and continue to quickly
produce mature culms, unlike trees that die when chopped down.

The woody grass grows on every continent except at the poles. Its more
than 1,200 species include giant temperate timber bamboos such as
Moso, of "Crouching Tiger, Hidden Dragon" fame; hardy mountain bamboos
such as Wolong, Fargesia robusta, a favorite snack of pandas, and
dwarf Pleioblastus distichus, a ground-cover bamboo so compact you can
mow it.

Clumping bamboos, such as Heinricher's Chilean feather babies, don't
spread and won't terrorize the neighborhood — unlike the unruly
rhizomes of running bamboos.

But bamboo does have a dark side: There isn't enough of it.

World demand is so high that old, naturalized bamboo forests are being
chopped down for textiles, lumber and pulp, creating havoc for
resident wildlife. Other times, grand bamboo stands are uprooted to
clear the way for roads and development, crops such as sugar cane or
timber plantations to satisfy the planet's hunger for wood.

Before tissue culture, it wasn't feasible to farm bamboo on
large-scale plantations because it was hard to find enough seed or
divisions to plant. Despite their invasive reputation, bamboos are in
short supply because most species flower and produce seed only once
every 60 to 120 years, and propagation by division is labor intensive
and iffy.

That all changed with the advent of cloned bamboo.

"We've never had a true supply of bamboo," Heinricher says. "We don't
know how big the market will be." Boo-Shoot is the main commercial
player in America, successfully cloning bamboo types that can be used
for horticulture, agriculture, industry and carbon mitigation. A
Belgian company, Oprins, clones mostly landscape bamboo. This winter,
Heinricher retrofitted her greenhouses, enabling her company to
produce 4 million plants a year.

Heinricher sees bamboo as an alternate lumber and source of pulp for
paper, a way to ease pressure on trees. Bamboo plantations on unused
agricultural land could be sustainably harvested while simultaneously
functioning as carbon sinks. And, she asks, what about highway
plantings for erosion control and noise reduction?

Asia, South America and Europe totally "get" bamboo, using the woody
grass in hundreds of ways, Heinricher says, but America has yet to
embrace bamboo for serious agriculture or industrial planting.

As it is, American companies buy bamboo products in Asia and ship them
here on freight containers. Not fuel efficient. "Why," Heinricher
says, "are we creating more carbon pollution and perpetuating the same
old bad practices?"

Already, Boo-Shoot is noodling deals with corporate titans from Asia.
Heinricher loves to tell of a Korean-Chinese executive who jetted into
Sea-Tac, then motored by limo up to the humble lab set among potato
fields and furniture outlets.

At first, he didn't believe that here, in Mount Vernon, they'd figured
out how to clone bamboo when the process hadn't been cracked on a
commercial scale in bamboo's heartland, Asia.

Then, Heinricher showed him racks of test tubes filled with tiny
bamboos and trays of little bamboo seedlings. Tears welled in his
eyes. "It was very emotional," Heinricher says, "for all of us."

THE BAMBOO empress was born in Seattle and grew up mostly in Olympia,
the middle daughter among three girls and a boy.

"She is different from the other kids," says her father, Jack
Heinricher, who now lives in Arizona. "Her sisters are kind of laid
back. Jackie wasn't. She took charge and wanted to be the leader.
She'd step out in front and try to do things, and if things didn't go
well, she was passionate about results." Intense and dramatic, her
family dubbed her "the actress."

Heinricher's mom was a homemaker; her father served as assistant state
auditor. He was also an avid gardener who planted golden bamboo
wherever they lived, the kids trailing him in the yard as he divided
clumps and cut runners.

Jackie: "I remember playing in it, a little jungle. I always thought
it was pretty neat. It just makes this incredible noise, and you could
crawl through it and make stuff out of the poles, and it has birds in
it, and it was always this enchanting little hiding place."

Heinricher's parents divorced when she was about 12, and she moved to
Colorado with her mom. "It was one of those divorces, a little bit
cantankerous, and it hit Jackie in particular because she's so
passionate," her father says. He describes her teenage years as "wild
and wandering." Heinricher recalls she skied a lot, left school,
earned a GED.

Joining the Army was a turning point. She trained as a nurse in the
Panama Canal Zone and worked the emergency room. She also learned to
scuba dive in tropical waters and did some underwater side jobs for
the Smithsonian Institution, which whet her appetite for studying
marine biology. After leaving the military, she traveled solo around
Asia for a year ("saw a lot of amazing bamboo"), earned a degree in
biology at the Evergreen State College, then applied for graduate
school in fisheries at Tennessee Tech University.

Phil Bettoli, a research scientist with the U.S. Geological Survey who
directs the school's grad students, remembers their first meeting and
his surprise that Evergreen had no grades, just a dossier.

"This was the first indication this was not going to be your typical
grad student."

She was older, more mature, well traveled. "We didn't get students
from the Pacific Northwest in Tennessee," Bettoli says. "It was a
whole different attitude about the world. Thinking out of the box.
Constantly asking questions. Approaching her research with fresh eyes."

Heinricher's graduate work, on freshwater mussels, studied the impact
of a huge dam project on water temperature and mussel reproduction.
Typical grad students would have hung out with other fish-and-wildlife
researchers, relying heavily on traditional methods and studies,
Bettoli says. Heinricher took an original tack. "She ended up hooking
up with medical folks in town to do histology," working with
microscopes and slides. Heinricher's findings helped spur dam
officials to periodically release warmer water to trigger mussel spawning.

Her longtime friend, Holly Martin, remembers first meeting Heinricher
when touring the house Heinricher and her then-husband were selling.
Aroma wafted from a giant pile of chopped garlic on the kitchen table.
"It smells great! I love garlic!" Martin told Heinricher. They got to
talking about food, music, became fast friends. Martin and her husband
bought the house.

Heinricher recalls those years as "a lot of good times, and a bad
marriage." When Heinricher divorced, Martin and her husband invited
her to live with them while finishing her master's degree.

Martin: "Jackie wakes up at the crack of dawn and has an agenda every
morning, doesn't go to bed until she drops." And whether she's well
off or on the edge of disaster, "she still wears her blue jeans and
her work gloves and has a keen interest in farming equipment."

The following year, when Heinricher met Guy Thornburgh, Martin knew
he'd be The One.

Heinricher and Thornburgh had worked together on fisheries projects,
mostly via telephone, for years. When they finally shared a couple
beers at a conference and realized they were both available, it was
kismet. "She always seemed so cheery and ambitious," Thornburgh says.
"I'd have long commutes on the ferry to Shaw (Island) and I'd think of
her and write poems, and she'd write back."

Thornburgh, who owns a marine technology company, had recently
purchased seven acres on Campbell Lake in Anacortes; Heinricher moved
back to the Northwest and they married. She knew it would be tough to
find a fisheries job here because the Northwest spawns an
overabundance of fisheries experts. Plus, she'd always wanted to try
bamboo and now, finally, had acreage. They hired a guy with a tractor
to plow up the pasture; Heinricher and a girlfriend planted the first
groves from one-gallon containers.

Initially, Heinricher thought she'd market sliced edible bamboo shoots
and sell poles for garden projects. But she discovered bamboo didn't
spread fast enough in the Northwest's temperate climate to make poles
profitable, and she needed a value-added product to make money from
shoots. (Thus the kitchen experiments with bamboo-shoot chips. Salty
sesame was the best, Thornburgh says.)

She tried selling plants wholesale, for the nursery trade, but again,
couldn't produce enough through division.

Then, her Chilean bamboo flowered.

Heinricher stayed out in the greenhouse past dark every night,
settling her bamboo-lets into 5 ½-inch pots while listening to Sting.
"People thought I was nuts. How was I ever going to get rid of 10,000
bamboo plants?" she says. "I thought it was the most wonderful work,
and I was excited about it."

She also realized that once her seedlings were sold (it took five
years), that was it. No more seeds. She became determined to crack the
tissue-culture code.

REMEMBER THE Boston fern craze? Those ruffly green fronds in the
hanging macrame planters with the big wooden beads?

Thank Randy Burr. Burr pioneered commercial propagation of Boston
ferns in 1973, started this country's first commercial tissue-culture
lab and has since cloned numerous horticultural hits: lily bulbs,
orchids, birch trees, Japanese maples, cabbage and cauliflower for
seed production.

He co-owned the Mount Vernon lab where Heinricher germinated her
Chilean bamboo seeds and was impressed by her success. But when she
asked him to tissue-culture bamboo? "I just rolled my eyes," he
recalled. "I knew bamboo would be difficult. I had tried it before
with no success."

She kept coming around with plant material. "If you have patience,
I'll try it," he told her. "No promises."

Tissue culture is a four-step process. First, you sterilize a cutting
of the plant in bleach, bathe it in a solution of inorganic salts,
vitamins, plant hormones and sugar and set it in agar gel. Step 2: Get
the plant to make side shoots and replant them in more gel. Stage 3:
Stop the multiplying and encourage root growth. Step 4: Acclimatize
the plants for the real world by growing them in dirt in the greenhouse.

"Most plants, maybe one of those steps will give you a problem," Burr
says. With bamboo, "every one of those four steps was a battle."

Burr rubs the top of his balding head when describing his initial
failures: "Oh, I'm good at killing plants, especially good at bamboo.
Those first years, I killed thousands."

After six months, a cutting sent out roots — wild celebration! — but
then withered and died. For two more years, no luck. "Look Jackie,
it's not going to work. I can't afford to do this," Burr told her.
"She was like, Yeah Yeah Yeah. Gotta have bamboo! Her enthusiasm
definitely kept me going." She paid for the research by selling the
Chilean feather bamboos, "creative financing," personal investment and
a trip to the bank.

Carrie Cammock, assistant vice president at People's Bank in Mount
Vernon: "It was one of the most unique loan requests I've ever worked
on, if I can diplomatically say it that way."

After more than four years of trial and error, Burr developed the
magic formula for Crookstem bamboo, then Sunset Glow, Fargesia 'Rufa,'
a mountain clumper.

"The first plants we put out, we were maybe charging $5 and they had
to be worth thousands of dollars each," Heinricher says. "Plus, people
were still wrinkling their noses and saying: 'Oh, it's bamboo.' It's
something people have to be a little more educated to appreciate."

BUT WILL they?

After touring the amazing bamboo specimen garden at Heinricher's
Anacortes home, we drive to Boo-Shoot's Mount Vernon lab in her Ford
Explorer. She needs a big rig for her two German shorthairs, she says,
and feels bad about her fuel consumption, even though she's planted
enough bamboo to mitigate seven lifetimes of gas guzzlers. That spurs
talk about bamboo's role on the global stage; Heinricher recently
talked with members of Washington's congressional delegation on
Capitol Hill about bamboo's carbon-scrubbing capabilities and
potential use domestically for other products.

A logging truck whizzes by, loaded with hefty firs. "Wouldn't it be
nice to see bamboo poles in the stacker?" Heinricher asks. If you're
stuck in a traditional evergreen mindset, it's hard to envision an
alternative Northwest landscape. But why not? With gas prices soaring
and the earth ever warming, something has to change in the oil
economy. We spin past the belching Anacortes oil refinery, various RV
and tractor dealerships, a brand new sawmill. "Heartbreaking that it's
not a bamboo facility," Heinricher says.

Imagine underutilized farmland growing 50- to 70-foot bamboos, she
says. "We could put those people in Longview back to work."

Think of the vineyards now blanketing Walla Walla's hillsides. Before
they were there, somebody had a vision to plant all those grapes.

We pull into Boo-Shoot's parking lot and Heinricher heads back to
check the greenhouses. Minute by minute, a million tiny bamboo-lets
are quickly outgrowing their trays.

Paula Bock is a Pacific Northwest magazine staff writer. E-mail:
pbock@seattletimes.com. Tom Reese is a Seattle Times staff photographer.

Copyright © 2008 The Seattle Times Company

Sumber :
http://seattletimes.nwsource.com/html/pacificnw/2004360712_pacificpbamboo20.html


Eventpameran kartun, komik dan manga Apr 22, '08 6:15 AM
for everyone
Start:     Apr 25, '08 09:30a
End:     May 19, '08
Location:     japan foundation - summitmas building, jl sudirman, jakarta
Pameran Kartun Asia ke-11
l JAKARTA : 26 April – 19 Mei 2008 pk. 09:30~18:00 di Hall JF.

Pembukaan : 25 April pk. 19:30 ~ selesai

Pameran : Senin~Minggu pk.09:30-18:00 (1 Mei TUTUP)
Terbuka untuk UMUM. GRATIS

Eventpameran agro and food expoApr 22, '08 6:12 AM
for everyone
Start:     May 22, '08 10:00a
Location:     gedung kartika expo - balai kartini
Kartika Expo Center 22 – 25 Mei 2008 – Jakarta

http://www.wahyupromo.com/agro

Blog EntryThe Three KingdomApr 13, '08 11:45 PM
for everyone

Weekend kemaren, sluruh rencana bubar lantaran terik tak terhingga.  Akhirnya kita mutusin buat ngadem.. and so pasti, jadinya mampir ke bioskop. 

Nyari pilem anak, gak ada.. ya akhirnya, nonton ini.  Pelem sejarah yang disederhanakan. 

Pelemnya seru dan menyentuh.. Tapi buat penggemar happy ending, silahken sebel.. GAK ADA HAPPY ENDING. 

Trus, gak disarankan bawa anak-anak..  aku sampe pegel nutupin mata Zahra karena adegannya "cukup" mengerikan untuk ukuran anak-anak.  Ya iyalah... untuk dewasahhhhhhhh gitu lho!

Seperti komentar diatas, ini emang cerita sejarah yang disederhanakan.  Menampilkan klise kehidupan seorang warrior dengan background perang.  No kehidupan pribadi, no glory afterall  atas nama kesuksesan kerja.  Sesuatu yang sulit diukur ketika kita kembali balik bertanya, "untuk apa semua itu dikerjakan". 

Sama seperti intrik-intrik kehidupan biasa.. ada dendam, ada pengkhianatan.. ada secuil cinta yang harus mengalah demi karir.. demi kedigjayaan bernama kekuasaan.. hiks! klise abis!

Dari segi teknik, pelem mahal ini, keren banget.  Maggie Q tampil cantik dan kejam!  Andy Lau.. ya sutralah.. udah tau deh.. pasti keren  hehehe..

Untuk lengkapnya, liat disini aja ya.. http://www.three-kingdoms.com/.

Untuk sejarah asli, meski bikin lieur, tapi menarik, bisa diliat disini: http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Kingdoms

Gambar, dicuri dari sini: http://www.oneinchpunch.net/wordpress/wp-content/uploads/2007/06/three-kingdoms1.jpg

Selamat menonton!

 

 


Blog EntryTanda Iman Sedang LemahApr 13, '08 10:20 PM
for everyone

hasil nyuri.. ;))

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

Oleh: Mochamad Bugi

dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang
lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.
Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah!
Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa
akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani
melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, "Setiap umatku
mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang
terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan
jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia
berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia
berkata, `Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,'
padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia
menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya."
(Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai
menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti
batu, bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam
shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa.
Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan
saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh.
Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari
hati yang lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw.
bersabda, "Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda
mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka
di dalam neraka." (Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas."

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat
dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai
berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka
memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an.
Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut
dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat
perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan
neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk
mendengarkan atau membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka
mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa
kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang
paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula
Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini
telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang
munafik dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali
hanya sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata
kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah.
Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan
nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di
bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya ����¶dan kadang
beliau mengucapkan: mengingkarinya����¶, maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya." (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian
yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu
dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak
sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman."
(Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet
tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
lagi membanggakan diri." (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya." (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)

"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati
kiamat, kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan `Laa ilaaha
illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah
saw. Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu
setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537,
dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.
ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya." (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat,
Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang
beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada
kamu perbuat." (Ash-Shaff:2-3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama
muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang
lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah
yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan
Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng
melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa.
Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini,
suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan
sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau
menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak
menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan
wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan
dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya,
dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan
masuk surga." (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang
mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari
sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan
kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena
keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut
menderita karena keadaan di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda.
"Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah
Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh
permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,"
begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal
demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah
ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati
tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin
lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami
telah beriman, sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
"Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan
itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka
berbantah-bantahan." (Shahihul Jami', nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak
lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita.
Ingatlah, "Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah
surga bagi orang kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang
digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam
hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal
itu dalam ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku: `Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih
baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi
manusia'." (Al-Israa':53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil.'" (Al-Qashash:55)

Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum,
berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada
kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di
sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf:31). Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros." (Al-Isra':26)

Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba
Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-Silsilah
Al-Shahihah, nomor 353).

http://www.dakwatuna.com/2008/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/



dalam rangka bersih-bersih.. silakan tawar.. harga tertinggi langsung lepas cepat!

LinkZahra and her one day shoot!Apr 3, '08 12:48 AM
for everyone
Link: http://www.flickr.com/photos/rusnitasaleh/tags/kidzania/

hadiah ulang tahun dirayain berdua sama ayah..
sayang, males banget upload video-videonya..

Photo AlbumScenery (4 photos)Mar 31, '08 4:03 AM
for everyone

Gunung Fuji, diam dalam dingin.. saat sang cherry pertama muncul di buminya..

Photo Albumzahra - scan (2 photos)Mar 14, '08 1:18 AM
for everyone

zahra's new earings from Kalimantan. She hates them.. throw all after wearing for awhile.. hehehe..

Blog Entryforbidden touchMar 12, '08 10:39 PM
for everyone

hanya dingin yang mampu memeluk erat tubuh mungil itu.  rumput pelan pelan mulai basah oleh embun malam.  kantuknya tlah lama hilang, pun rasa takut itu.  hanya nyeri di sekujur tubuh dan perasaan kosong yang berhasil menggerogoti sukmanya.  tetesan hangat mengalir ke jari-jari kakinya.  meluncur pelan tanpa henti.  ia berusaha bangun dan berjalan.  kibasan tangannya menjejak rambut yang masai oleh keringat bau yang asing.  tak ada yang berani mendekat.  bahkan kunang-kunang tak rela menemani gelapnya.  ia tak sadar kemana langkahnya membawa.  ia rindu air, rindu pelita.  matanya terpejam namun terus berjalan.  tanpa rasa, terjerembab dari satu lubang ke lubang lainnya.  tak mampu merintih lagi.  suaranya telah hilang bersama seluruh harga dirinya.  ia merasa sendiri dan sepertinya gelap itu tak henti membayangi diri.  semua senyap dan diam.  ia hilang.

Seteguk Air

handuk basah membuatnya menggigil.  hari sudah terang, meski hatinya tetap gelap.  bau asap menusuk hidungnya.  aroma nasi kukus mengoyak lambung yang berontak.  tapi ia tak mampu bangkit.  nyeri di sekujur tubuh masih terasa sangat.  kaki-kakinya tak bisa bergerak.  kalaupun bergeser sedikit, terasa ngilu dan pedih.  ada dedaunan hangat hampir mengering menyelimuti seluruh tubuhnya.  ia  tak paham apa yang terjadi.  semakin dalam ia mencoba mengingat, semakin perih terasa hingga ke nurani. 

seorang perempuan setengah baya menyeruak masuk menggendong baskom mengepul asap.  bau daun sirih.  perempuan itu menatapnya dengan mulut terkatup.  ia tak bicara sepatah katapun.  melodi pertemuan itu pun datar.  tangannya yang kasar meraup sirih-sirih basah.  mengganti daun yang hampir kering.  ketika ia mencoba membersihkan wilayah kaki dan perut, bocah kecil itu mengerut dan menjerit lirih.  tapi ia tak berontak.  ia biarkan perempuan itu menjamahnya dengan cepat walau hati-hati.

segumpal nasi hangat disorongkan ke kerongkongannya.  ia melalap lahap.  begitu pun bergelas-gelas air dalam kendi.  Semua lumat dalam sekejap.  hidangan terakhir, segelas minuman pahit disodorkan.  ia agak meronta.  baunya tajam dan memuakkan. Perempuan di depannya cuma tersenyum.  Ia mencoba meneguknya sekali lagi, mengikuti anggukan perempuan itu.  Semua habis.  Ia kembali lelap. 

Ia tak ingat berapa lama ia telah berbaring disitu.  Yang jelas, ia kini sudah mampu berjalan.  Perempuan yang menungguinya menyampiri sebungkal batu apung dan minyak yang harum sekali baunya.  Air yang dingin terasa menyegarkan.  Pertama kali sejak kegelapan itu ia merasakan kembali kehidupan.  Tubuhnya yang telanjang mulai jernih warnanya.  Masih ada sisa-sisa lebam kehitaman, namun tak banyak.  Ia mengurut-ngurut betisnya yang mungil.  Rasa sakit yang didera di sekitar paha dan perut telah lama hilang.  Yang tersisa cuma kepedihan dalam ingatannya saja.  Saat air diguyurnya dari atas hingga bawah, ia bersumpah untuk melupakan kegetiran itu.  Ia belajar tersenyum dan berdiri kokoh, meski ia tak tau apa yang akan dihadangnya didepan kelak.


Blog Entryperempuan..Mar 9, '08 10:14 PM
for everyone

beberapa perempuan datang padaku, dalam gelap malam maupun pagi berembun.  Ketika kantukku masih belum hilang, ketika sadarku masih belum datang.

mereka minta aku tak datang ke rumah cinta mereka.  mereka minta aku enyah dari labirin hati pilar pilar hidup mereka.  siapa yang mengundang ? siapa yang tertarik datang ?

aku tak bilang apa-apa.  aku cuma diam dan berpikir.  jadi aku, masih merupakan ancaman ?  sihir mana yang telah rasuki jiwa perempuan-perempuan itu ?  bisikku masih mengganggu sayap-sayap kekasihmu berkepak ?  ah!

aku tak tertarik pejantan di sangkarmu.  aku sudah punya!  sarangku pun telah penuh dengan nektar dan bising canda penuh cinta.  aku membangun koloniku sendiri.  tak pernah menoleh sarangmu, sekilaspun!

pejantan-pejantan kalian memang bertandang sesekali.  menebar bunga dan membagi bibit untuk tamanku yang mulai sesak.  mereka seringkali enggan menebar cerita hangatnya sarang kalian.  aku tak pernah bertanya juga.  bukan urusanku! 

kami punya masa lalu bernama hangat.  kami memiliki taman yang selalu harum.  itu pilihan.  ketika mereka pergi dan aku bangkit sendiri, aku pun tak peduli.  begitu pun, ketika mereka kembali, menyambangi.  nektar mereka masih hangat dan harum.  aku tau yang bisa kuambil dan yang harus kubuang.  mereka juga tau.  biarkan seperti itu.

pejantan-pejantan kalian tak semestinya dikurung dalam sangkar cinta.  karena aromanya seringkali meruap-ruap ke angkasa.  masuk ke bilik-bilik taman lain.  entah mampir ke kamarku, entah yang lain.  pejantanku tertawa. bulir-bulir bening di taman, pun.. tertawa.  itu biasa.  itu cinta.  kami tau yang mana yang bisa kami saring dan jadikan pengharum ruang.  kami tau yang mana yang  terlarang.

jadi, enyahlah pikiran itu.  jangan biarkan desisku bangkit dari kegelapan.  menghirup jiwa-jiwa pejantan milikmu.  dalam tidur ..tidakkah kalian lihat, bentangan sayapku begitu lebar.  ia mampu memelukmu jua.. jangan terbirit pindahkan sarang.  sebab mimpi, karena cinta, menembus batas cakrawala kemungkinan.  biarkan ia tumbuh dewasa, jangan kekang.  biarkan ia menari leluasa, namun jangan lepaskan pandang.


Blog Entrymimpi itu lagi!Mar 9, '08 9:54 PM
for everyone

komunikasi yang aneh di antara kita: lewat mimpi!  Menyebalkan dan absurd..  Intimasi kita, juga lewat mimpi!  bujang penakut yang tak gentle menjadi kawan.. ingin rasa cabut jiwamu ke angkasa.. tanpa peduli pemilik cinta menggayut lemah tak kuasa, rebahkan tubuhmu dalam satu jiwa surga.  Dia telah miliki dirimu, namun bukan hati ?  omong kosong!

Timang, timang, mimpi lama kita.  Anganmu tentang kebersamaan mengoyak bebal pagi buta.  Aku tak mampu membenam benihmu dalam tangkup mahkotaku lagi.  Usir saja mimpi itu, dan mari buka pintu.  Biarkan ia melihat kita.  Biar dia tahu, aku tak mau hatimu.. apalagi jiwamu.  Tak perlu terancam hatinya akan pinangan masa lalu. 

Ingin itu telah pergi.  Enyahlah juga jika kau tak berani.


Pages:123456
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help