Rusnita's posts with tag: ngelmu

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ngelmu
Blog EntryEight lies of a motherMay 29, '08 6:14 AM
for everyone

gak tau ini true story or not, indeed I'm touched!

EIGHT LIES OF A MOTHER

This story begins when I was a child: I was born poor. Often we hadn't enough to eat. Whenever we had some food, Mother often gave me her portion of rice. While she was transferring her rice into my bowl, she would say 'Eat this rice, son! I'm not hungry.'

This was Mother's First Lie.

As I grew, Mother gave up her spare time to fish in a river near our house; she hoped that from the fish she caught, she could give me a little bit more nutritious food for my growth. Once she had caught just two fish, she would make fish soup. While I was eating the soup, mother would sit beside me and eat what was still left on the bone of the fish I had eaten; My heart was touched when I saw it. Once I gave the other fish to her on my chopstick but she immediately refused it and said, 'Eat this fish, son! I don't really like fish.'

This was Mother's Second Lie.

Then, in order to fund my education, Mother went to a Match Factory to bring home some used matchboxes which she filled with fresh matchsticks. This helped her get some money to cover our needs. One wintry night I awoke to find Mother filling the matchboxes by candlelight. So I said, 'Mother, go to sleep; it's late: you can continue working tomorrow morning.' Mother smiled and said 'Go to sleep, son! I'm not tired.'

This was Mother's Third Lie

When I had to sit my Final Examination, Mother accompanied me. After dawn, Mother waited for me for hours in the heat of the sun. When the bell rang, I ran to meet her. Mother embraced me and poured me a glass of tea that she had prepared in a thermos. The tea was not as strong as my Mother's love, Seeing Mother covered with perspiration; I at once gave her my glass and asked her to drink too. Mother said 'Drink, son! I'm not thirsty!

This was Mother's Fourth Lie.

After Father's death, Mother had to play the role of a single parent. She held on to her former job; she had to fund our needs alone. Our family's life was more complicated. We suffered from starvation. Seeing our family's condition worsening, my kind Uncle who lived near my house came to help us solve our problems big and small. Our other neighbors saw that we were poverty stricken so they often advised my mother to marry again. But Mother refused to remarry saying 'I don't need love.'

This was Mother's Fifth Lie.

After I had finished my studies and gotten a job, it was time for my old Mother to retire but she carried on going to the market every morning just to sell a few vegetables. I kept sending her money but she was steadfast and even sent the money back to me. She said, 'I have enough money.'

That was Mother's Sixth Lie.

I continued my part-time studies for my Master's Degree. Funded by the American Corporation for which I worked, I succeeded in my studies. With a big jump in my salary, I decided to bring Mother to enjoy life in America but Mother didn't want to bother her son; she said to me 'I'm not used to high living.'

That was Mother's Seventh Lie

In her dotage, Mother was attacked by cancer and had to be hospitalized. Now living far across the ocean, I went home to visit Mother who was bedridden after an operation. Mother tried to smile but I was heartbroken because she was so thin and feeble but Mother said, 'Don't cry, son! I'm not in pain.'

That was Mother's Eighth Lie.

Telling me this, her eighth lie, she died.
YES, MOTHER WAS AN ANGEL!

M - O - T - H - E - R

'M' is for the Million things she gave me,

'O' means Only that she's growing old,

'T' is for the Tears she shed to save me,

'H' is for her Heart of gold,

'E' is for her Eyes with love-light shining in them,

'R' means Right, and right she'll always be,

Put them all together, they spell 'MOTHER' a word that means the world to me.

For those of you who are lucky to be still blessed with your Mom's presence on Earth, this story is beautiful. For those who aren't so blessed, this is even more beautiful.

source pic : Dorothea Lange, Migrant Mother;, Nipomo, California 1936

 


Blog Entryjadikan websitemu populer!Apr 29, '08 7:18 AM
for everyone

Biasanya tulisan begini, aku masukkan ke sini, tapi kali ini.. bolehlah di-share di sini..

Suka penasaran kenapa ada website seseorang lebih populer ketimbang yang lain ? Trus, kenapa ya, orang kerap bolak balik ke website tersebut ?

Ini rahasianya: Yang penting ISInya ! beneran.. isinya alias content merupakan syarat utama website yang kerap dikunjungi orang.

1. Isinya musti menarik dan diperbaharui terus menerus. Website jenis ini harus fokus agar mampu memiliki pangsa pasar dan menjadikan mereka pengunjung rutin.
Bagaimana supaya isi tetap menarik dan diperbaharui terus ? Buatlah website dengan fitur blog atau news update. Isinya ya, berita-berita aktuil dan fokus. Jangan tamak dengan memasukkan semua berita, kecuali website kamu emang temanya gado-gado. Tapi percayalah, tema gado-gado seringkali tidak sukses di pasaran. Alasannya sederhana: pangsa pasarnya jadi gak jelas, kecuali kamu buat segmen-segmen sendiri dan dipecah menjadi beberapa topik. Kalau maksa mau gado-gado, ya bikin blog. Nah, blog sendiri punya tema yang fokus juga kan.. apa itu diari perjalanan hidup kamu, portofolio, tips menarik buat pembaca dan sebagainya. Jadi, jelilah memutuskan ISI website. Kalau gak yakin isinya fokus, tersegmentasi dan diperbaharui terus.. pikir ulang tujuan kamu membuat website.

2. Isinya berisi sumber-sumber referensi yang diminati orang. Buatlah pembaca terbius dengan informasi akurat yang kamu punya. Ini butuh energi dan jam terbang tinggi. Seiring waktu, kamu bisa mempelajari siapa pembaca websitemu dan apa yang mereka butuhkan dari media yang kamu tawarkan. Contohnya, website yang menyajikan tutorial maupun artikel khusus mengenai suatu subyek.

3. Memiliki komunitas interaktif. Sering kali kita sebut social network features, fitur jejaring sosial. Website seperti ini biasanya memiliki fitur forum, wiki maupun fitur lain yang tujuannya membangun jaringan sosial. Website model ini memberi kesempatan pada pembaca / pemakainya untuk ikut terlibat mengisi website. Tanpa keterlibatan pemakai, website ini tidak akan bicara banyak ! Contoh website seperti ini adalah facebook, digg, dst. Tips agar pemakai / pembaca tetap loyal dan aktif memperbaharui isi website cuma satu: minta mereka melanggan website. Sediakan fitur subscribe / keanggotaan maupun agregator / feed / RSS sebagai alat lacak berita bagi pelanggan.

Tidak menafikan desain dan peluang inovasi lain, cobalah tanyakan dirimu sendiri:
mengapa website itu perlu ditandai ? disimpan sebagai favorite dan di bookmark ?
mengapa perlu kembali ke website itu lagi ? apa yang menarik ?
mengapa perlu merekomendasikan web itu ke teman-teman ?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, berjuanglah untuk membangun website populermu sendiri! Gutlak!


Blog EntryTanda Iman Sedang LemahApr 13, '08 10:20 PM
for everyone

hasil nyuri.. ;))

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

Oleh: Mochamad Bugi

dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang
lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.
Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah!
Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa
akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani
melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, "Setiap umatku
mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang
terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan
jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia
berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia
berkata, `Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,'
padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia
menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya."
(Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai
menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti
batu, bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam
shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa.
Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan
saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh.
Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari
hati yang lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw.
bersabda, "Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda
mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka
di dalam neraka." (Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas."

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat
dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai
berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka
memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an.
Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut
dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat
perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan
neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk
mendengarkan atau membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka
mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa
kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang
paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula
Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini
telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang
munafik dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali
hanya sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata
kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah.
Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan
nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di
bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya ����¶dan kadang
beliau mengucapkan: mengingkarinya����¶, maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya." (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian
yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu
dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak
sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman."
(Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet
tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
lagi membanggakan diri." (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya." (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)

"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati
kiamat, kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan `Laa ilaaha
illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah
saw. Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu
setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537,
dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.
ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya." (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat,
Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang
beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada
kamu perbuat." (Ash-Shaff:2-3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama
muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang
lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah
yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan
Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng
melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa.
Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini,
suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan
sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau
menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak
menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan
wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan
dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya,
dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan
masuk surga." (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang
mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari
sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan
kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena
keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut
menderita karena keadaan di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda.
"Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah
Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh
permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,"
begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal
demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah
ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati
tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin
lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami
telah beriman, sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
"Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan
itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka
berbantah-bantahan." (Shahihul Jami', nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak
lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita.
Ingatlah, "Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah
surga bagi orang kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang
digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam
hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal
itu dalam ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku: `Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih
baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi
manusia'." (Al-Israa':53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil.'" (Al-Qashash:55)

Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum,
berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada
kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di
sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf:31). Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros." (Al-Isra':26)

Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba
Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-Silsilah
Al-Shahihah, nomor 353).

http://www.dakwatuna.com/2008/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/


Blog Entryshare moreFeb 2, '07 5:40 AM
for everyone

ever heard about http://www.slideshare.net/  ?

this is just like youtube.com that can share your collection.. not the audio video, but the slides!

how cool is that ? check it out!


Blog EntryThe largest site on web devoted FREE access! Oct 11, '06 1:52 AM
for everyone

EdRes.org has just launched a new search engine that provides easy-access to no-cost, full-text education-related documents. This engine is very quick and offers many advanced features.

 

It claims as the largest site on the web devoted to providing free access to full-text educational reports, papers, and journal articles. Our query system is unique, designed to efficiently meet your needs.

As of Oct 6, there were more than 108,000 papers and reports and 1,300
journal articles. The full-text resources from ERIC plus journal=20
articles that are available on-line are in this search engine.

Blog EntryOpen Journal Systems Oct 11, '06 1:50 AM
for everyone

Want to publish an online Journal? Check out - Open Journal Systems (OJS) is a journal management and publishing system that has been developed by  the Public Knowledge Project through its federally funded efforts to expand and improve access to research.


 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help