Rusnita's posts with tag: writing

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag writing
Blog Entryjadikan websitemu populer!Apr 29, '08 7:18 AM
for everyone

Biasanya tulisan begini, aku masukkan ke sini, tapi kali ini.. bolehlah di-share di sini..

Suka penasaran kenapa ada website seseorang lebih populer ketimbang yang lain ? Trus, kenapa ya, orang kerap bolak balik ke website tersebut ?

Ini rahasianya: Yang penting ISInya ! beneran.. isinya alias content merupakan syarat utama website yang kerap dikunjungi orang.

1. Isinya musti menarik dan diperbaharui terus menerus. Website jenis ini harus fokus agar mampu memiliki pangsa pasar dan menjadikan mereka pengunjung rutin.
Bagaimana supaya isi tetap menarik dan diperbaharui terus ? Buatlah website dengan fitur blog atau news update. Isinya ya, berita-berita aktuil dan fokus. Jangan tamak dengan memasukkan semua berita, kecuali website kamu emang temanya gado-gado. Tapi percayalah, tema gado-gado seringkali tidak sukses di pasaran. Alasannya sederhana: pangsa pasarnya jadi gak jelas, kecuali kamu buat segmen-segmen sendiri dan dipecah menjadi beberapa topik. Kalau maksa mau gado-gado, ya bikin blog. Nah, blog sendiri punya tema yang fokus juga kan.. apa itu diari perjalanan hidup kamu, portofolio, tips menarik buat pembaca dan sebagainya. Jadi, jelilah memutuskan ISI website. Kalau gak yakin isinya fokus, tersegmentasi dan diperbaharui terus.. pikir ulang tujuan kamu membuat website.

2. Isinya berisi sumber-sumber referensi yang diminati orang. Buatlah pembaca terbius dengan informasi akurat yang kamu punya. Ini butuh energi dan jam terbang tinggi. Seiring waktu, kamu bisa mempelajari siapa pembaca websitemu dan apa yang mereka butuhkan dari media yang kamu tawarkan. Contohnya, website yang menyajikan tutorial maupun artikel khusus mengenai suatu subyek.

3. Memiliki komunitas interaktif. Sering kali kita sebut social network features, fitur jejaring sosial. Website seperti ini biasanya memiliki fitur forum, wiki maupun fitur lain yang tujuannya membangun jaringan sosial. Website model ini memberi kesempatan pada pembaca / pemakainya untuk ikut terlibat mengisi website. Tanpa keterlibatan pemakai, website ini tidak akan bicara banyak ! Contoh website seperti ini adalah facebook, digg, dst. Tips agar pemakai / pembaca tetap loyal dan aktif memperbaharui isi website cuma satu: minta mereka melanggan website. Sediakan fitur subscribe / keanggotaan maupun agregator / feed / RSS sebagai alat lacak berita bagi pelanggan.

Tidak menafikan desain dan peluang inovasi lain, cobalah tanyakan dirimu sendiri:
mengapa website itu perlu ditandai ? disimpan sebagai favorite dan di bookmark ?
mengapa perlu kembali ke website itu lagi ? apa yang menarik ?
mengapa perlu merekomendasikan web itu ke teman-teman ?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, berjuanglah untuk membangun website populermu sendiri! Gutlak!


Blog EntrySebuah Babak BaruSep 4, '07 8:19 AM
for everyone

Sunyi. Tangan menari di atas keyboard menyari isi hati.  Hanya suara ketukan itu saja yang terdengar.  Jari beradu dengan tombol pencacah huruf.  Sebuah email melayang terbaca.  "how are you today" "where are you" kalimat-kalimat biasa.  Kadang, saking biasanya, cenderung membosankan.  Namun ini dari dia! Tidak mungkin membosankan.

Balasan email melayang.  "Aku di rumah.  Lagi malas saja.  Sedikit sakit kepala. Sedang kerja." Tak sampai 2 menit, witheld number.  Nyanyian konyol ring tone "You've got the phone call, baby".  Tanpa basa basi.  Berlagak serak. 

"It's me. Kamu sendiri ?"

"Tidak juga.  Ada 2 orang di dapur, sedang bekerja.  Satu orang di depan, bekerja juga.  Basically ada 4 orang di rumah ini.  Kenapa ?"

"Bicaralah sekarang.  Jangan malu-malu.  Katakan apa maumu dariku"

"Mau mu dariku? Permintaan yang aneh"

"Tidak ada yang aneh.  Tiap orang selalu melihat yang lain aneh, padahal ia dilihat yang lain juga aneh.  Belum ada kesepahaman, hingga kita bicara langsung.  Kamu mau bicara langsung?"

"Ini langsung."  Zona tak bersahabat.  Suara tak jelas terdengar.  Tapi tak mengapa.  Ini dia!

"Maksudku, langsung.  Bertemu.  Tapi kamu tidak siap.  Tak apa. Aku paham"

"Hai, ada apa ? ini hari masih demikian pagi.  Pasti di tempatmu pagi sekali.  Masih gelap?"

"Aku sedang membuka jendela,matahari baru terbit.  Pekerjaan yang menyenangkan.  Tenang, tidak ada orang.  Udara bersih. Setiap hari pemandanganku bagus, sunrise!"

"Enak sekali.  Kapan aku bisa melihatnya ?  Apa ada bunga ?"

"Tentu, silly.  Ini perusahaan lelang bunga.  Apa yang kau harapkan ?"

"I don't know.  So, wassup ?"

"Kamu memiliki kesempatan hari ini untuk berbicara padaku, apa yang ingin kau tanya.  Tanyalah.  Akan aku jawab sekarang.  Jujur."

"Kamu masih mencintaiku ?"

"Sangat"

"Setelah bertahun-tahun berlalu.  Setelah semuanya hangus terbakar ?"

"Jangan kembali ke masa lalu.  Aku sekarang disini.  Kita bisa memulai sesuatu yang baru, kau mau ?"

"Tawaran menarik.  Tapi apa bisa ?"

"Kenapa tidak ? Kamu tidak yakin ? Apa kamu berada dalam fantasimu ? Atau dalam dunia nyata ?"

"Kamu yang ada di fantasi, aku di dunia nyata.  Fantasiku, ada bersamamu.  Dunia nyata, tidak."

"Kamu tidak tertarik menjadikan fantasi sebagai kenyataan ?"

"Kenapa tidak ? Tapi apa bisa ?"

"Aku percaya semuanya bisa terjadi.  Asal kamu mau"

"Kamu menyia-nyiakan banyak waktu untuk mengatakan ini sekarang.  Apa yang kau pikirkan ?"

"Aku percaya masa depan.  Kamu masih menyimpan luka lama, ya ?  Tidak bisa kita bersihkan sekarang ?"

"Tentu saja bisa.  Itu butuh proses saja.  Kamu bisa ?"

"Tentu saja.  Kenapa tidak.  Aku sudah harus bekerja.  Orang-orang sudah mulai ramai.  Kamu baik-baik saja ya.  "

"Ok. Thanks for calling ya.  Appreciate it."

Sunyi.  Ketukan jari di atas keyboard kembali.  Kali ini lebih kencang dan cepat.  Beberapa pekerjaan tertinggal harus dikejar.  Done.  Kembali ke nota terakhir.  Dimana tadi pekerjaan itu terbengkalai.  Sunyi.

Ketukan jari.  Ada email masuk.  "Hi there, kelihatannya kamu tidak serius tadi ?  Kamu masih luka ya ?  aku tidak akan memaksamu.  Take your time.  Aku tidak akan memintamu bertemu aku lagi.  It's your decision now.  Aku disini.  Kapan pun kau mau."

"kamu terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan.  Jangan terlalu tegang lah.  Tunggu saja, mungkin aku bisa ada di depan pintumu sekarang"

"Kamu tahu dimana aku tinggal ?"

"What ? Kamu pindah ?"

"Ya, baru beberapa minggu.  Surprise!"

"Sialan. Untuk hal begini, kamu tidak cerita.  Tidak surprise lagi!  Menyebalkan."

"Aku menyiapkan segalanya.  Termasuk untuk tinggal disana, di Jakarta.  Jika kau mau"

"Kamu orang miskin.  Kapan kamu bisa mewujudkannya ? 10 tahun lagi ? Sekarang saja kamu sudah botak.  Aku tidak mungkin hamil 10 tahun mendatang.  Tidak akan ada anak.  Kamu mau ?"

"Aku memikirkannya.  Tunggu aku."

Senyap. Tak ada ketukan lagi. 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help